SUSUNAN KODE SUMBER.java



Susunan Kode Sumber .java 

Dalam mengembangkan program Java, Anda menulis class dan class. Class ini ditulis
dalam kode sumber yang disimpan sebagai file teks biasa berekstension .java.
Dalam file .java, dapat dideklarasikan :
1. package
2. import
3. satu atau lebih class

Deklarasi Package 

Deklarasi package digunakan untuk mengelompokkan class-class. Sebuah package dapat
mempunyai satu atau lebih sub-package ini sehingga dapat menyusun sebuah hirarki.
Tata cara penulisan :
package <namapackage>.<namasubpackage>.<namasubsubpackage>;

Contoh deklarasi package adalah :
package java.awt;
atau
package org.apache.tomcat.core;
atau
package net.developerforce.relieve.dataaccess;

Deklarasi package bersifat opsional, tidak harus ada. Tanpa deklarasi package maka sebuah class
dikelompokkan ke dalam default package.

Deklarasi Import

Deklarasi import, bersifat opsional, digunakan untuk menunjukkan package atau class
yang digunakan dalam sebuah program Java.
Contohnya adalah :

import java.io.RandomAccessFile;
import java.net.*;

Deklarasi import tidak akan menjadikan class atau package yang Anda cantumkan digabungkan
dengan program Anda saat kompilasi atau saat diluncurkan. Deklarasi import digunakan untuk
menunjukkan java atau javac dalam menemukan class yang Anda gunakan.

Deklarasi Class 

Deklarasi class merupakan kandungan utama sebuah file berekstension .java. Deklarasi
class terutama memuat :
1. Nama class, bisa dilengkapi dengan kendali akses, deklarasi extends maupun deklarasi
implements. Pola yang lumrah adalah :
public class ClassName
3.    extends SuperClassName

4.    implements Interface1Name, Interface2Name, Interface3Name
5. constructor, yang dipanggil pada saat dibuat instans dari class.
6. deklarasi variabel-variabel
7. deklarasi prosedur-prosedur, yang di dalam Java disebut method

EXCEPTION HANDLING PADA JAVA


Exception Handling

Eksepsi (exception) adalah suatu even, yang terjadi selama eksekusi
program, yang mengacaukan alir normal instruksi program. Pada
prinsipnya, eksepsi adalah suatu objek, yang diturunkan dari kelas
java.lang.Throwable. Dalam menangani suatu eksepsi, Java
menggunakan mekanisme penanganan eksepsi terstruktur.

Menangkap Eksepsi

Ada dua jenis blok kode yang dapat kita gunakan untuk menangani
eksepsi, yaitu try dan catch. Blok try berisi kode yang berpotensi
membangkitkan eksepsi, sedangkan blok cath merupakan exception
handler-nya.
int i = 10;
int j = 0;
try {

// Baris berikut akan membangkitkan eksepsi, karena
// pembagian dengan nol, sehingga perlu ditangkap
int n = i / j;
// Baris berikut tidak akan dieksekusi
System.out.println(n);
} catch (Exception ex) {
System.out.println("Eksepsi ditangkap\n" + ex.getMessage());
}

Apabila penanganan eksepsi terdiri atas beberapa blok catch, sebaiknya
letakkan objek yang paling relevan di blok terdekat.
Langkah ini bertujuan agar eksepsi yang terjadi dapat ditangkap oleh
blok yang sesuai, dan menjadikan kode program mengalir secara
natural.

try {
int n = i / j;
System.out.println(n);
} catch (ArithmeticException ae) {
System.out.println("ArithmeticException");
} catch (Exception e) {
System.out.println("Eksepsi ditangkap");
}

Penanganan eksepsi juga dapat melibatkan blok finally, yaitu blok
yang akan selalu dieksekusi. Blok ini umumnya sering dimanfaatkan
untuk tahap pembersihan sumber daya karena sifatnya yang selalu
dijalankan.

try {
int n = i / j;
System.out.println(n);
} catch (ArithmeticException ex) {
System.out.println("ArithmeticException");
} catch (Exception ex) {
System.out.println("Eksepsi ditangkap");
} finally {
System.out.println("Ini akan selalu dieksekusi");
}

• Melempar Eksepsi

Untuk menspesifikasikan eksepsi yang akan diperiksa, kita dapat
memanfaatkan klausa throws.

public static int pembagian(int i, int j)
throws ArithmeticException {
return i/j;
}

throws di atas menyatakan bahwa pemanggilan method
pembagian harus dilakukan menggunakan blok try dan catch.

try {
int l = pembagian(2,0);
System.out.println(l);
} catch (ArithmeticException ex) {
ex.printStackTrace();
}

Kita juga dapat menangkap eksepsi secara eksplisit menggunakan
pernyataan throw (perhatikan, jangan keliru dengan throws).

public static int pembagian(int i, int j)
throws ArithmeticException {
if (j == 0) {
throw new ArithmeticException("Pembagian dengan 0");
}
return i/j;
}

• Informasi Eksepsi

Kelas Throwable mendefinisikan sejumlah method yang dapat
membantu kita untuk mendapatkan informasi-informasi terkait
dengan eksepsi, di antaranya adalah method getMessage dan
printStackTrace.
Apabila Anda ingin mendapatkan informasi mengenai method atau
nama kelas terkait, gunakan method getStackTrace dan objek
StackTraceElement.

try {
int l = pembagian(2,0);
System.out.println(l);
} catch (ArithmeticException ex) {
System.out.println("Nama File: " +
ex.getStackTrace()[0].getFileName());
System.out.println("Nama Kelas: " +
ex.getStackTrace()[0].getClassName());
System.out.println("Nama Method: " +
ex.getStackTrace()[0].getMethodName());
System.out.println("Baris ke-" +
ex.getStackTrace()[0].getLineNumber());
}


OBJEK PADA JAVA


Objek pada Java

Di pemrograman berorientasi objek, objek adalah entitas dasar saat
runtime. Pada saat kode program dieksekusi, objek berinteraksi satu
sama lain tanpa harus mengetahui detil data atau kodenya. Interaksi
antara objek ini dilakukan menggunakan suatu message. Objek memiliki
suatu siklus hidup, yaitu diciptakan, dimanipulasi, dan dihancurkan.

Menciptakan Objek

Objek diciptakan menggunakan operator new. Dari sisi kelas, langkah
ini merupakan instantiasi kelas. Selanjutnya objek yang berhasil
diciptakan tersebut akan diletakkan di memori heap.
ContohKelas ck = new ContohKelas();
Dalam kasus-kasus tertentu, terkadang kita juga dapat menciptakan
objek tanpa harus meng-assign ke variabel. Langkah ini umumnya
dilakukan apabila kita tidak memerlukan referensi ke objek tersebut.
Sebagai contoh, jika kita memiliki method yang menerima argumen
berupa objek ContohKelas, maka dapat kita tuliskan seperti berikut:
getData(new ContohKelas());

Memeriksa Tipe Objek

Anda bisa memanfaatkan fungsionalitas operator instanceof untuk
mengetahui tipe suatu objek pada saat runtime. Operator ini akan
mengembalikan nilai true apabila tipe objek sesuai, sebaliknya
mengembalikan nilai false.

ContohKelas ck = new ContohKelas();
System.out.println(ck instanceof ContohKelas);
// Output: true
Perlu diperhatikan, instanceof akan selalu mengembalikan nilai
false jika variabel objek diinisialisasi dengan nilai null. Ini karena
nilai null tidak mencerminkan objek apa pun.
ContohKelas ck2 = null;
System.out.println(ck2 instanceof ContohKelas);
// Output: false


Operator instanceof hanya dapat digunakan pada tipe reference
dan objek. Penggunaan operator ini pada tipe primitif akan mengakibatkan
kesalahan saat kompilasi.

• Menghapus Objek

Java menggunakan teknik yang dikenal sebagai garbage collection
untuk menghapus objek-objek yang sudah tidak diperlukan. Dengan
demikian, kita tidak perlu khawatir akan terjadinya kebocoran memori.
Dalam praktiknya, garbage collector mampu mengidentifikasi
kapan suatu objek dialokasikan dan kapan ia tidak digunakan lagi.
Garbage collector melakukan tugasnya secara tak sinkron berdasarkan
ketersediaan sumber daya. Normalnya, jika suatu objek
sudah tidak diacu (di-refer), maka ia akan segera dibersihkan. Terlepas
dari mekanisme normal ini, kita juga dapat memanggil garbage
collector secara eksplisit menggunakan method statis gc.
System.gc();

NB : Perlu sekali diperhatikan, tidak semua jenis objek akan ditangani oleh
garbage collector. Untuk objek-objek eksternal, seperti file dan database,
sebaiknya kita tangani secara eksplisit.

METHOD PADA JAVA


Method pada Java

Seperti halnya kelas, ada dua bagian utama dalam definisi method,
yaitu deklarasi dan body method. Deklarasi method mendefinisikan
semua atribut method, seperti level akses, tipe kembalian (jika ada),
dan argumen-argumen (jika ada).

• Method main

Method main merupakan method khusus yang berperan sebagai
entry point pada aplikasi. Setiap kelas di suatu aplikasi boleh memiliki
method main, namun hanya satu yang ditetapkan untuk dieksekusi
saat aplikasi dijalankan.

public static void main(String[] args) {
// isi method main
}


Method main harus didefinisikan sebagai public, static, tidak
mengembalikan suatu nilai (void), dan memiliki argumen berupa
array string. Apabila interpreter tidak menemukan method main di
suatu aplikasi, akan muncul pesan kesalahan yang diakibatkan tidak
adanya entry point.
Sebenarnya, Anda juga bisa mendefinisikan method utama dengan
keyword static saja. Pendefinisian seperti ini terlihat tidak mencerminkan
struktur method seperti pada umumnya.

public class ContohKelas {
static {
System.out.println("Halo Indonesia");
System.exit(0);
}
}

Meskipun kode program di atas dapat berjalan seperti yang diharapkan,
namun pendekatan tersebut tidak lazim digunakan.

• Modifier Method

Modifier dari sebuah method dapat terdiri atas nol atau lebih keyword
modifier, seperti public, protected, atau private. Keberadaan
modifier ini membantu kelas untuk mendefinisikan suatu kontrak,
sehingga client dapat mengetahui layanan-layanan yang ditawarkan
oleh kelas.
Selain beberapa keyword modifier di atas, yang umumnya sudah kita
pahami kegunaannya, ada beberapa modifier lain yang bisa kita
spesifikasikan. Salah satu keyword modifier yang sering digunakan
adalah static. Modifier ini mengizinkan kita untuk mengakses
method tanpa perlu menginstantiasi kelas yang mendefinisikannya.
Sebagai gantinya, sebelum memanggil method, kita terlebih dahulu
menuliskan nama kelas terkait.

class Test {
public static void sayHello() {
System.out.println("hello");
}
public void sayNo() {
System.out.println("no");
}
}


public class AksesStatis {
public static void main(String[] args) {
// Akses method statis
Test.sayHello();
// Error, akses method non-statis
// Test.sayNo();
// Harus begini
Test t = new Test();
t.sayNo();
}
}

Variabel Lokal

Sebelum variabel lokal dapat digunakan, ia harus diinisialisasi terlebih
dahulu. Kondisi ini berbeda dengan variabel kelas, di mana
secara otomatis akan diinisialisasi. Penggunaan variabel lokal yang
tanpa diinisialisasi akan mengakibatkan kesalahan pada saat kompilasi.

Overloading Method

Overloading method adalah kemampuan untuk mendefinisikan beberapa
method di sebuah kelas dengan nama sama. Aturan dasar
overloading adalah jumlah atau tipe argumen harus berbeda. Apabila
jumlah dan tipe argumen sama, maka urutannya harus berbeda.

int Test() {
return 1;
}
int Test(int a) {
return a;
}
int Test(double a, int b) {
return b;
}
int Test(int i, double j) {
return i;
}
// Ini akan error, sudah didefinisikan di method sebelumnya
void Test(int x, double y) {
}



Kelas JAVA

Kelas merupakan salah satu konsep fundamental pemrograman berorientasi
objek. Kelas dapat diilustrasikan sebagai suatu cetak biru
(blueprint) atau prototipe yang digunakan untuk menciptakan objek.
Terkait dengan konsep penting ini, ada beberapa subbahasan yang
akan kita ulas di sini.

• Definisi Kelas

Definisi kelas terdiri atas dua komponen, yaitu deklarasi kelas dan
body kelas. Deklarasi kelas adalah baris pertama di suatu kelas, dan
minimal mendeklarasikan nama kelas. Sementara itu, body dideklarasikan
setelah nama kelas dan berada di antara kurung kurawal.

// deklarasi kelas
public class ContohKelas {
// body kelas
}

Di Java, nama kelas sekaligus merepresentasikan nama file kode
program, dan sifatnya adalah case-sensitive.

Konstruktor

Kegunaan utama konstruktor adalah untuk menetapkan status awal
manakala objek diciptakan. Ada beberapa catatan penting yang
harus kita perhatikan dalam pendeklarasian konstruktor. Pertama,
nama konstruktor harus sama dengan nama kelas. Kedua, konstruktor
boleh memiliki argumen lebih dari satu atau tidak sama sekali.
Ketiga, konstruktor tidak boleh mengembalikan suatu nilai.


public class ContohKelas {
// Konstruktor
public ContohKelas() {
}
}

Konstruktor yang tidak memiliki argumen dinamakan sebagai
konstruktor default. Apabila suatu kelas dideklarasikan tanpa adanya
sebuah konstruktor, maka secara implisit Java akan menambahkan
konstruktor default.

• Access Modifier

Kelas dan interface memiliki batasan akses (access modifier) yang
menyatakan level aksesnya. Apabila kelas dideklarasikan sebagai
public, maka ia dapat diakses dari mana saja. Jika batasan akses
tidak diberikan, kelas tersebut dinamakan default accessibility, dan
hanya dapat diakses dari dalam paket terkait (tidak termasuk subpaket).
Batasan akses lainnya untuk kelas level atas adalah abstract (tidak
dapat diinstantiasi) dan final (tidak dapat diperluas). Anda tidak
diperkenankan mendeklarasikan kelas level atas sebagai private
ataupun protected.

Kelas Bersarang

Suatu kelas boleh mendeklarasikan kelas baru di dalamnya, atau
biasa disebut inner class, atau kelas bersarang. Apabila diperlukan,
inner class juga dapat memiliki kelas lagi di dalamnya.

public class ContohKelas {
public class KelasBersarang {
// body kelas KelasBersarang
}
}

Inner class juga dapat dideklarasikan secara lokal, yaitu di dalam
body method. Kelas seperti ini dinamakan local inner class atau local
nested class.

public void test() {
class KelasDiMethod {

// body kelas KelasDiMethod
}
}

• Keyword this dan super

Keyword this dapat digunakan untuk merepresentasikan suatu
current objek dan mengakses variabel-variabel kelas serta method.

public class KelasInduk {
int j;
public void setNilai(int i) {
// this ini mengacu pada objek KelasInduk
this.j = i;
}
}

Keyword super digunakan untuk mengakses member kelas yang
diturunkan (kelas induk).

// KelasAnak memperluas/mewarisi KelasInduk
class KelasAnak extends KelasInduk {
public KelasAnak() {
// Mengakses method di kelas induk
super.setNilai(3);
}
}


ELEMEN BAHASA JAVA


Elemen Bahasa Java

Secara garis besar, elemen-elemen di setiap bahasa pemrograman
sebenarnya hampir sama. Meskipun demikian, ada elemen-elemen
khusus yang membedakan dan sekaligus mencerminkan identitas
suatu bahasa. Adapun mengingat di sini kita bekerja dengan bahasa
pemrograman Java, tentunya kita juga perlu memahami elemenelemen
dasar bahasa ini.

Tipe Data

Tipe data di Java dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu tipe
primitif dan reference (kelas). Tipe primitif/dasar adalah tipe-tipe
bawaan, meliputi boolean, char, byte, short, int, long, float,
dan double. Sementara itu, tipe reference memiliki semantik seperti
pointer. Jenis tipe reference meliputi kelas, interface, dan array.
Apabila Anda ingin memperlakukan nilai primitif sebagai suatu
objek, Anda bisa memanfaatkan kelas-kelas pembungkus (wrapper).
Kelas-kelas tersebut meliputi Boolean, Character, Byte, Short,
Integer, Long, Float, dan Double. Perhatikan sintaksnya (penulisan
huruf kecil dan besar), agar tidak keliru dengan tipe-tipe
primitif.


Deklarasi dan Inisialisasi Variabel

Sebelum digunakan, setiap variabel harus dideklarasikan terlebih
dahulu. Langkah ini dilakukan dengan menetapkan tipe data dan
nama variabel. Pernyataan deklarasi variabel tunggal juga dapat
digunakan untuk mendeklarasikan lebih dari satu variabel, tetapi
semuanya harus bertipe sama.
int i;
int j;
// ekuivalen dengan kedua pernyataan di atas
int i, j;

Deklarasi juga dapat sekaligus melakukan inisialisasi terhadap suatu
variabel.
int i = 2;
int j = 3;
int i = 2, j = 3;

Initial Value

Saat mendeklarasikan variabel kelas, kita tidak harus melakukan
inisialisasi karena kompiler akan meng-assign initial value (nilai awal
atau default). Nilai default untuk semua tipe reference adalah null.
Nilai default tipe primitif boolean adalah false, char adalah
\u0000, integer (byte, short, int, long) adalah 0, dan floating
point (float, double) adalah 0.0.

Ruang Lingkup Variabel

Java mendefinisikan empat jenis variabel, meliputi variabel instance
(field non-statis), variabel kelas (field statis), variabel lokal, dan
parameter. Istilah field mengacu pada variabel instance dan variabel
kelas (terkadang disebut member variable). Sementara itu, istilah
variabel mengacu pada semua jenis variabel.
Lokasi di mana suatu variabel dideklarasikan secara eksplisit juga
menetapkan ruang lingkupnya. Ruang lingkup variabel adalah wilayah
di mana suatu variabel dapat diacu melalui namanya. Ruang
lingkup juga menyatakan kapan variabel akan diciptakan dan dihapus
dari memori.


• Blok

Blok adalah kelompok pernyataan (nol atau lebih) di dalam tanda
kurung kurawal. Penggunaan blok dengan pernyataan alir kontrol
sangat direkomendasikan, meskipun hanya melibatkan sebuah pernyataan.
if (kondisi)
{ // awal blok
// pernyataan
} // akhir blok

• Komentar

Penulisan komentar dapat mengadopsi blok komentar gaya C
ataupun C++. Komentar gaya bahasa C lazimnya digunakan untuk
komentar yang terdiri atas beberapa baris. Sementara itu, komentar
gaya C++, yang dinyatakan melalui karakter //, umumnya digunakan
untuk komentar satu baris.
Untuk komentar-komentar yang akan dimasukkan ke dokumentasi
dan dihasilkan melalui tool javadoc, disarankan menggunakan /**
dan diakhiri dengan karakter */.

LINGKUNGAN PENGEMBANGAN


Lingkungan Pengembangan

Dalam mendiskusikan Java, kiranya penting sekali untuk membedakan
antara bahasa pemrograman Java, Java Virtual Machine,
dan platform Java. Bahasa pemrograman Java adalah bahasa yang
digunakan untuk menghasilkan aplikasi-aplikasi Java. Pada umumnya,
bahasa pemrograman hanya mendefinisikan sintaks dan perilaku
bahasa.
Pada saat program Java dikompilasi, ia akan dikonversi ke bentuk
bytecode, yang merupakan bahasa mesin yang portable. Selanjutnya,
bytecode tersebut dijalankan di Java Virtual Machine (atau
disebut Java VM atau JVM). Meskipun JVM dapat diimplementasikan
langsung di perangkat keras, namun biasanya diimplementasikan
dalam bentuk program perangkat lunak yang mengemulasi mesin
(komputer) dan digunakan untuk menginterpretasi bytecode.
Platform dapat didefinisikan sebagai perangkat lunak pendukung
untuk aktivitas-aktivitas tertentu. Platform Java sendiri pada prinsipnya
berbeda dengan bahasa Java atau JVM. Platform Java adalah
himpunan kelas-kelas Java yang sudah didefinisikan sebelumnya
dan eksis sejak instalasi Java. Platform Java juga mengacu pada
lingkungan runtime atau API (Application Programming Interface)
Java.

Edisi Java

Guna mencakup lingkungan-lingkungan aplikasi yang berbeda, Sun
mendefinisikan 3 (tiga) edisi Java.
• J2ME (Java 2 Micro Edition)
Edisi ini ditujukan bagi lingkungan dengan sumber daya terbatas,
seperti smartcard, ponsel, dan PDA.
• J2SE (Java 2 Standard Edition)
Edisi ini ditujukan bagi lingkungan workstation, seperti pembuatan
aplikasi-aplikasi dekstop.
• J2EE (Java 2 Enterprise Edition)
Edisi ini ditujukan bagi lingkungan Internet atau aplikasi terdistribusi
dalam skala besar.


Perbedaan setiap edisi meliputi fitur-fitur bahasa yang didukung dan
API yang tersedia. Berdasarkan tingkatannya, edisi yang lebih tinggi
mampu mengemulasikan edisi yang lebih rendah. Adapun urutan
edisi dari yang tertinggi ke rendah adalah J2EE, J2SE, dan J2ME.

Versi Java

Ada hal yang menarik dan perlu kita cermati mengenai versi-versi
Java yang telah dirilis. Sun menggunakan dua jenis versi untuk
mengidentifikasikan rilis Java, yaitu versi produk dan versi developer.
Seperti kita ketahui, versi terbaru saat ini adalah versi 6 (versi
produk) atau versi 1.6.0 (versi developer), dengan nama kode Mustang.
Sejak tahun 2006, Sun juga menyederhanakan penamaan platform
dengan tujuan untuk mencerminkan tingkat kematangan, stabilitas,
skalabilitas, dan sekuriti yang lebih baik. Jika penamaan versi sebelumnya
adalah Java 2 Platform, Standard Edition 5.0 (J2SE 5.0),
maka sekarang disederhanakan menjadi Java Platform, Standard
Edition 6 (Java SE 6, atau lebih sering disebut Java 6).

MEMULAI PEMROGRAMAN JAVA


Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek. Pemrograman berorientasi objek secara gamblang adalah teknik untuk mengorganisir program dan dapat dilakukan dengan hampir semua bahasa pemrograman. Namun Java sendiri telah mengimplementasikan berbagai fasilitas agar seorang programer dapat mengoptimalkan teknik pemrograman berorientasi objek.
Sedikit perbandingan tambahan dengan bahasa C dan C++, Java banyak mewarisi konsep orientasi objek dari C++ namun dengan menghilangkan aspek-aspek kerumitan dalam bahasa C++ tanpa mengurangi kekuatannya. Hal ini mempermudah programer pemula untuk mempelajari Java namun mengurangi keleluasaan programer berpengalaman dalam mengutak-atik sebuah program. Di balik kemudahan yang ditawarkan Java, luasnya fasilitas library Java sendiri membuat seorang programer membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk dapat menguasai penggunaan library-library tersebut.

Memulai Pemrograman Java

Untuk membuat program Java, seperti telah disebutkan sebelumnya, Anda membutuhkan JDK. Proses instalasi JDK tersebut sangat mudah dan tidak membutuhkan pengetahuan tertentu. Namun untuk menggunakannya Anda perlu melakukan beberapa penyesuaian dengan sistem operasi Anda. Umumnya yang perlu Anda lakukan adalah memasukkan path ke direktori JDK Anda ke setting path pada sistem operasi Anda. Misalkan direktori JDK Anda adalah C:\jdk1.4 maka pada Windows 98 Anda cukup menambahkan baris perintah SET PATH=C:\jdk1.4\bin pada file autoexec.bat Anda. Untuk Windows NT/2000/XP Anda cukup menambahkan direktori C:\jdk1.4\bin pada variabel path di System Environment. Caranya: klik kanan ikon My Computer, pilih Properties. Kemudian pilih tab Advanced. Lalu klik tombol Environment Variables, cari variabel path, kemudian tambahkan path direktori JDK Anda ke dalam variabel tersebut. Untuk Linux, tambahkan baris perintah SET CLASSPATH=(direktori jdk Anda) ke file profile Anda. Untuk mencoba JDK, ketikkan perintah java dan javac pada shell prompt (atau DOS Command Prompt). Jika perintah tersebut sudah dikenali maka program java atau javac akan menampilkan sintaks penggunaan. Untuk kemudahan dan berbagai fasilitas tambahan Anda dapat menggunakan Integrated Development Environment (IDE) untuk bahasa Java seperti Visual Café dari Symantec atau JBuilder dari Borland.
Urutan langkah-langkah yang harus Anda lakukan untuk membuat sebuah program Java sederhana adalah:
  1. Membuat source code program dengan editor teks apapun. Ingat, file tersebut harus berekstensi .java dan case sensitive.
  2. Mengkompile source code dengan perintah javac. Misalnya: javac HelloWorld.java. Jika berhasil, hasilnya adalah file bytecode berakhiran .class.
  3. Mengeksekusi bytecode dengan perintah java. Parameter dari perintah ini adalah nama file hasil kompilasi tanpa ekstensi .class. Contoh: java HelloWorld.

Source Code

Berikut kode untuk HelloWorld.java:
public class HelloWorld
{
    public static void main(String[] args) 
    {
        System.out.println("Apa Kabar Dunia?");
    }
}
Dan ini sebuah contoh lain, yaitu applet sederhana untuk menampilkan teks di applet. Sebutlah file ini bernama HelloWorldApplet.java:
import java.awt.Graphics;

public class HelloWorldApplet extends java.applet.Applet
{
    public void paint(Graphics g) 
    {
        g.drawString("Apa Kabar Dunia?", 5, 25);
    }
}
Secara gamblang dapat diperhatikan bahwa struktur kedua program sangat mirip, dan hanya berbeda dalam konteks eksekusi. Kedua program ini akan dibahas lebih lanjut setelah kita membahas cara mengkompile dan mengeksekusi program tersebut.
Perlu diingat bahwa bahasa Java bersifat case sensitive, sehingga Anda harus memperhatikan penggunaan huruf besar dan kecil. Selain itu penulisan source code program tidak harus memperhatikan bentuk tertentu, sehingga Anda bisa saja menuliskan semua baris source code tersebut dalam satu baris asal Anda tidak lupa membubuhkan tanda titik koma (;), atau menuliskan tiap kata dalam satu baris tersendiri. Namun dianjurkan Anda mengikuti layout seperti pada contoh agar program Anda mudah dibaca dan dimengerti.

Kompilasi

Setelah kedua file disave dengan nama HelloWorld.java dan HelloWorldApplet.java, kita akan mengkompile kedua program tersebut dengan perintah:
prompt> javac HelloWorld.java
prompt> javac HelloWorldApplet.java
Perlu diperhatikan bahwa direktori aktif Anda saat ini adalah direktori tempat Anda meletakkan file-file program tersebut. Anda tetap dapat mengkompile program Anda dari direktori berbeda dengan perintah:
prompt> javac (direktori program)/namafile.java
Setelah perintah ini selesai, Anda akan melihat bahwa telah tercipta dua buah file .class, yaitu bytecode hasil kompilasi source code kita.

Sintaks Program

Sekarang kita akan mencoba membahas elemen-elemen dalam kedua source code tersebut.
Pada awal Listing 2 kita menemukan perintah import. Pada tahap awal ini Anda perlu mengetahui bahwa pernyataan tersebut hanya berfungsi mempermudah penulisan metode atau dalam bahasa pemrograman lain disebut prosedur atau fungsi. Jadi Anda hanya perlu menulis Graphics sebagai pengganti java.awt.Graphics, karena kita telah mengimpor java.awt.Graphics.
Kemudian di masing-masing listing terdapat pernyataan public class. Pernyataan ini adalah pernyataan pembuka sebuah kelas. Kelas sendiri digunakan untuk menciptakan objek. Ingat bahwa Java berorientasi objek. Kata public di depannya berfungsi agar kelas tersebut dapat diakses oleh semua program lain. Untuk saat ini anggaplah objek sebagai suatu item yang dapat dimanipulasi oleh sebuah program. Dalam Listing 2 terdapat tambahan kata extends. Hal ini berarti kelas yang kita buat akan mewarisi sifat-sifat dari kelas yang kita extends. Dengan kata lain kita menjadikan kelas yang kita extends sebagai himpunan bagian dari kelas kita buat.
Kemudian kita menemukan baris pernyataan public static void main(String[] args) dan public void paint(Graphics g). Keduanya adalah pernyataan pembuka sebuah metode. Metode sendiri adalah kumpulan pernyataan untuk melakukan suatu tugas tertentu dalam kelas. Keduanya sebenarnya mempunyai fungsi yang sama namun dalam konteks yang berbeda. Dalam setiap aplikasi harus ada sebuah metode yang bernama main yang akan dieksekusi pertama kali saat program tersebut dieksekusi. Sementara dalam applet, metode yang pertama kali akan dieksekusi ketika applet diload adalah paint. Kata public di depannya mempunyai fungsi yang sama dengan kata public yang ada di depan baris permulaan kelas. Namun nantinya Anda akan menemukan juga bentuk lain seperti private dan protect yang akan kita bahas nanti.
Pada Listing 1 terdapat kata static pada pernyataan pembuka metode main. Hal ini berarti metode main tidak mengubah atau menggunakan objek yang diciptakan oleh kelas tersebut, sehingga dapat dikatakan berdiri sendiri dan tidak terikat dengan objek. Dalam metode main dalam aplikasi, parameternya adalah selalu String[] args, di mana args hanyalah sebuah nama dari objek array dari String. Array ini nantinya akan berisi parameter-parameter yang diberikan user sebagai argumen command line. Sementara Anda tidak perlu mengerti mengenai parameter tersebut, cukup diingat bahwa bentuk metode main harus selalu demikian.
Kemudian di dalam kedua metode pada kedua listing tersebut, kita menemukan sebuah pernyataan. Anda tentu dapat saja meletakkan lebih dari satu pernyataan dalam sebuah metode. Setiap pernyataan dalam sebuah metode dipisahkan oleh titik koma dan akan dieksekusi satu persatu. Kedua pernyataan pada listing ternyata memanggil sebuah metode lain yaitu metode println dan paint. Tentunya dapat Anda perhatikan bahwa untuk memanggil sebuah metode diperlukan tiga komponen yaitu:
  1. Objek yang ingin kita pakai. Dalam hal ini objek System.out dan Graphics g.
  2. Nama metode yang ingin kita pakai. Dalam hal ini println dan paint.
  3. Sepasang tanda kurung yang berisi informasi tambahan yang diperlukan oleh metode yang dipanggil, yaitu parameter.
Dalam Listing 1, pernyataan System.out.println("Apa Kabar Dunia?"); berarti carilah objek out dalam kelas System kemudian panggil metode println dari objek out dengan parameter berupa string "Apa Kabar Dunia?". Sedang dalam Listing 2, pernyataan g.drawString("Apa Kabar Dunia?", 5, 25); berarti carilah objek g kemudian panggil metode drawString pada objek g dengan parameter "Apa Kabar Dunia?”, 5, 25);.

Eksekusi

Setelah selesai membahas sintaks dasar Java dalam kedua listing, selanjutnya kita akan mencoba mengeksekusi kedua program ini. Untuk program pertama yang berupa aplikasi biasa, kita tinggal mengetikkan perintah java HelloWorld pada prompt dan pesan Apa Kabar Dunia? akan tampil di layar (atau mungkin di tempat lain, bergantung sistem operasi Anda). Sedangkan untuk applet kita mesti membuat sebuah file HTML sebagai pembungkus—atau pemanggilnya. Berikut diberikan contoh file HTML untuk membungkus applet yang kita buat.
<HTML>
  <HEAD>
    <TITLE>Coba Applet</TITLE>
  </HEAD>
  <BODY>
    <APPLET CODE="HelloWorldApplet.class" WIDTH=150 HEIGHT=25>
    </APPLET>
  </BODY>
</HTML>
Beri nama helloword.html dan simpanlah di direktori yang sama dengan lokasi file-file .java dan .class sebelumnya. Untuk mengeksekusi applet kita cukup membuka file HTML tersebut di browser yang Java-enabled atau mengetikkan perintah appletviewer namafile.html di prompt.

PEMROGRAMAN DENGAN JAVA


Java sebagai salah satu bahasa pemrograman baru menjanjikan banyak kemudahan bagi programer junior maupun senior. Tutorial ini akan membawa Anda mengenal lebih jauh bahasa ini melalui pembahasan konsep model perancangan dan petunjuk sederhana penggunaannya.

Apakah Java?

Java adalah bahasa pemrograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Sun Microsystems sejak tahun 1991. Bahasa ini dikembangkan dengan model yang mirip dengan bahasa C++ dan Smalltalk, namun dirancang agar lebih mudah dipakai dan ­platform independent, yaitu dapat dijalankan di berbagai jenis sistem operasi dan arsitektur komputer­­. Bahasa ini juga dirancang untuk pemrograman di Internet sehingga dirancang agar aman dan portabel.

Platform Independent

Platform independent berarti program yang ditulis dalam bahasa Java dapat dengan mudah dipindahkan antar berbagai jenis sistem operasi dan berbagai jenis arsitektur komputer. Aspek ini sangat penting untuk dapat mencapai tujuan Java sebagai bahasa pemrograman Internet di mana sebuah program akan dijalankan oleh berbagai jenis komputer dengan berbagai jenis sistem operasi. Sifat ini berlaku untuk level source code dan binary code dari program Java. Berbeda dengan bahasa C dan C++, semua tipe data dalam bahasa Java mempunyai ukuran yang konsisten di semua jenis platform. Source code program Java sendiri tidak perlu dirubah sama sekali jika Anda ingin mengkompile ulang di platform lain. Hasil dari mengkompile source code Java bukanlah kode mesin atau instruksi prosesor yang spesifik terhadap mesin tertentu, melainkan berupa bytecode yang berupa file berekstensi .class. Bytecode tersebut dapat langsung Anda eksekusi di tiap platform yang dengan menggunakan Java Virtual Machine (JVM) sebagai interpreter terhadap bytecode tersebut.
JVM sendiri adalah sebuah aplikasi yang berjalan di atas sebuah sistem operasi dan menerjemahkan bytecode program Java dan mengeksekusinya, sehingga secara konsep bisa dianggap sebagai sebuah interpreter. Proses pengeksekusian program Java dapat dilukiskan seperti di Gambar 1. Dengan cara ini, sebuah program Java yang telah dikompilasi akan dapat berjalan di platform mana saja, asalkan ada JVM di sana.
Kompiler dan interpreter untuk program Java berbentuk Java Development Kit (JDK) yang diproduksi oleh Sun Microsystems. JDK ini dapat didownload gratis dari situs java.sun.com. Interpreter untuk program Java sendiri sering juga disebut Java Runtime atau Java Virtual Machine. Interpreter Java, tanpa kompilernya, disebut Java Runtime Environment (JRE) dapat didownload juga di situs yang sama. Untuk mengembangkan program Java dibutuhkan JDK, sementara jika hanya ingin menjalankan bytecode Java cukup dengan JRE saja. Namun untuk mengeksekusi applet (sebuah bytecode Java juga) Anda biasanya tidak perlu lagi mendownload JRE karena browser yang Java-enabled telah memiliki JVM sendiri.

Library

Selain kompiler dan interpreter, bahasa Java sendiri memiliki library yang cukup besar yang dapat mempermudah Anda dalam membuat sebuah aplikasi dengan cepat. Library ini sudah mencakup untuk grafik, desain user interface, kriptografi, jaringan, suara, database, dan lain-lain.

Sebagian Fitur dari JAVA



Java Virtual Machine (JVM)
JVM adalah sebuah mesin imajiner (maya) yang bekerja dengan menyerupai aplikasi
pada sebuah mesin nyata. JVM menyediakan spesifikasi hardware dan platform
dimana kompilasi kode Java terjadi. Spesifikasi inilah yang membuat aplikasi
berbasis Java menjadi bebas dari platform manapun karena proses kompilasi
diselesaikan oleh JVM.
Aplikasi program Java diciptakan dengan file teks berekstensi .java. Program ini
dikompilasi menghasilkan satu berkas bytecode berekstensi .class atau lebih.
Bytecode adalah serangkaian instruksi serupa instruksi kode mesin. Perbedaannya
adalah kode mesin harus dijalankan pada sistem komputer dimana kompilasi
ditujukan, sementara bytecode berjalan pada java interpreter yang tersedia di
semua platform sistem komputer dan sistem operasi.

Garbage Collection
Banyak bahasa pemrogaman lain yang mengijinkan seorang programmer
mengalokasikan memori pada saat dijalankan. Namun, setelah menggunakan alokasi
memori tersebut, harus terdapat cara untuk menempatkan kembali blok memori
tersebut supaya program lain dapat menggunakannya. Dalam C, C++ dan bahasa
lainnya, adalah programmer yang mutlak bertanggung jawab akan hal ini. Hal ini
dapat menyulitkan bilamana programmer tersebut alpa untuk mengembalikan blok
memori sehingga menyebabkan situasi yang dikenal dengan nama memory leaks.
Program Java melakukan garbage collection yang berarti program tidak perlu
menghapus sendiri objek–objek yang tidak digunakan lagi. Fasilitas ini mengurangi
beban pengelolaan memori oleh programmer dan mengurangi atau mengeliminasi
sumber kesalahan terbesar yang terdapat pada bahasa yang memungkinkan alokasi
dinamis.

Code Security
Code Security terimplementasi pada Java melalui penggunaan Java Runtime
Environment (JRE). Java menggunakan model pengamanan 3 lapis untuk melindungi
sistem dari untrusted Java Code.
1. Pertama, class-loader menangani pemuatan kelas Java ke runtime
interpreter. Proses ini menyediakan pengamanan dengan memisahkan kelas–
kelas yang berasal dari local disk dengan kelas–kelas yang diambil dari
jaringan. Hal ini membatasi aplikasi Trojan karena kelas–kelas yang berasal
dari local disk yang dimuat terlebih dahulu.
2. Kedua, bytecode verifier membaca bytecode sebelum dijalankan dan
menjamin bytecode memenuhi aturan–aturan dasar bahasa Java.
3. Ketiga, manajemen keamanan menangani keamanan tingkat aplikasi dengan
mengendalikan apakah program berhak mengakses sumber daya seperti
sistem file, port jaringan, proses eksternal dan sistem windowing.
Setelah seluruh proses tersebut selesai dijalankan, barulah kode program di
eksekusi.

Java juga menyediakan beragam teknik pengamanan lain :
1. Bahasa dirancang untuk mempersulit eksekusi kode perusak. Peniadaan
pointer merupakan langkah besar pengamanan. Java tidak mengenal operasi
pointer. Di tangan programmer handal, operasi pointer merupakan hal yang
luar biasa untuk optimasi dan pembuatan program yang efisien serta
mengagumkan. Namun mode ini dapat menjadi petaka di hadapan
programmer jahat. Pointer merupakan sarana luar biasa untuk pengaksesan
tak diotorisasi. Dengan peniadaan operasi pointer, Java dapat menjadi bahasa
yang lebih aman.
2. Java memiliki beberapa pengaman terhadap applet. Untuk mencegah
program bertindak mengganggu media penyimpanan, maka applet tidak
diperbolehkan melakukan open, read ataupun write terhadap berkas secara
sembarangan. Karena Java applet dapat membuka jendela browser yang
baru, maka jendela mempunyai logo Java dan teks identifikasi terhadap
jendela yang dibuka. Hal ini mencegah jendela pop-up menipu sebagai
permintaan keterangan username dan password.

Apa itu Teknologi JAVA?


Sebuah Bahasa Pemrograman
Sebagai sebuah bahasa pemrograman, Java dapat membuat seluruh bentuk aplikasi,
desktop, web dan lainnya, sebagaimana dibuat dengan menggunakan bahasa
pemrograman konvensional yang lain.
Java adalah bahasa pemrograman yang berorientasi objek (OOP) dan dapat
dijalankan pada berbagai platform sistem operasi. Perkembangan Java tidak hanya
terfokus pada satu sistem operasi, tetapi dikembangkan untuk berbagai sistem
operasi dan bersifat open source.

Sebuah Development Environment
Sebagai sebuah peralatan pembangun, teknologi Java menyediakan banyak tools :
compiler, interpreter, penyusun dokumentasi, paket kelas dan sebagainya.
Sebuah Aplikasi
Aplikasi dengan teknologi Java secara umum adalah aplikasi serba guna yang dapat
dijalankan pada seluruh mesin yang memiliki Java Runtime Environment (JRE).
Sebuah Deployment Environment
Terdapat dua komponen utama dari Deployment Environment. Yang pertama adalah
JRE, yang terdapat pada paket J2SDK, mengandung kelas–kelas untuk semua paket
teknologi Java yang meliputi kelas dasar dari Java, komponen GUI dan sebagainya.
Komponen yang lain terdapat pada Web Browser. Hampir seluruh Web Browser
komersial menyediakan interpreter dan runtime environment dari teknologi Java.

Mengapa Mempelajari JAVA?
Berdasarkan white paper resmi dari SUN, Java memiliki karakteristik berikut :
1. Sederhana
Bahasa pemrograman Java menggunakan sintaks mirip dengan C++ namun
sintaks pada Java telah banyak diperbaiki terutama menghilangkan
penggunaan pointer yang rumit dan multiple inheritance. Java juga
menggunakan automatic memory allocation dan memory garbage collection.
2. Berorientasi objek (Object Oriented)
Java mengunakan pemrograman berorientasi objek yang membuat program
dapat dibuat secara modular dan dapat dipergunakan kembali. Pemrograman
berorientasi objek memodelkan dunia nyata kedalam objek dan melakukan
interaksi antar objek-objek tersebut.
3. Dapat didistribusi dengan mudah
Java dibuat untuk membuat aplikasi terdistribusi secara mudah dengan adanya
libraries networking yang terintegrasi pada Java.
4. Interpreter
Program Java dijalankan menggunakan interpreter yaitu Java Virtual Machine
(JVM). Hal ini menyebabkan source code Java yang telah dikompilasi menjadi
Java bytecodes dapat dijalankan pada platform yang berbeda-beda.
5. Robust
Java mempuyai reliabilitas yang tinggi. Compiler pada Java mempunyai
kemampuan mendeteksi error secara lebih teliti dibandingkan bahasa
pemrograman lain. Java mempunyai runtime-Exception handling untuk
membantu mengatasi error pada pemrograman.
6. Aman
Sebagai bahasa pemrograman untuk aplikasi internet dan terdistribusi, Java
memiliki beberapa mekanisme keamanan untuk menjaga aplikasi tidak
digunakan untuk merusak sistem komputer yang menjalankan aplikasi
tersebut.
7. Architecture Neutral
Program Java merupakan platform independent. Program cukup mempunyai
satu buah versi yang dapat dijalankan pada platform yang berbeda dengan
Java Virtual Machine.
8. Portabel
Source code maupun program Java dapat dengan mudah dibawa ke platform
yang berbeda-beda tanpa harus dikompilasi ulang.
9. Performance
Performance pada Java sering dikatakan kurang tinggi. Namun performance
Java dapat ditingkatkan menggunakan kompilasi Java lain seperti buatan
Inprise, Microsoft ataupun Symantec yang menggunakan Just In Time
Compilers (JIT).
10. Multithreaded
Java mempunyai kemampuan untuk membuat suatu program yang dapat
melakukan beberapa pekerjaan secara sekaligus dan simultan.
11. Dinamis
Java didesain untuk dapat dijalankan pada lingkungan yang dinamis. Perubahan
pada suatu class dengan menambahkan properties ataupun method dapat
dilakukan tanpa menggangu program yang menggunakan class tersebut.

Sejarah Singkat JAVA


Pada 1991, sekelompok insinyur Sun dipimpin oleh Patrick Naughton dan James
Gosling ingin merancang bahasa komputer untuk perangkat konsumer seperti cable
TV Box. Dikarenakan perangkat tersebut tidak memiliki banyak memori, bahasa
harus berukuran kecil dan mengandung kode yang liat. Juga karena manufaktur-manufaktur berbeda memilih processor yang berbeda pula, maka bahasa harus
bebas dari manufaktur manapun. Proyek diberi nama kode ”Green”.
Kebutuhan untuk fleksibilitas, kecil, liat dan kode yang netral terhadap platform
mengantar tim mempelajari implementasi Pascal yang pernah dicoba. Niklaus Wirth,
pencipta bahasa Pascal telah merancang bahasa portabel yang menghasilkan
intermediate code untuk mesin hipotesis. Mesin ini sering disebut dengan mesin
maya (virtual machine). Kode ini kemudian dapat digunakan di sembarang mesin
yang memiliki interpreter. Proyek Green menggunakan mesin maya untuk mengatasi
isu utama tentang netral terhadap arsitektur mesin.
Karena orang–orang di proyek Green berbasis C++ dan bukan Pascal maka
kebanyakan sintaks diambil dari C++, serta mengadopsi orientasi objek dan bukan
prosedural. Mulanya bahasa yang diciptakan diberi nama ”Oak” oleh James Gosling
yang mendapat inspirasi dari sebuah pohon yang berada pada seberang kantornya,
namun dikarenakan nama Oak sendiri merupakan nama bahasa pemrograman yang
telah ada sebelumnya, kemudian SUN menggantinya dengan JAVA. Nama JAVA
sendiri terinspirasi pada saat mereka sedang menikmati secangkir kopi di sebuah
kedai kopi yang kemudian dengan tidak sengaja salah satu dari mereka
menyebutkan kata JAVA yang mengandung arti asal bijih kopi. Akhirnya mereka
sepakat untuk memberikan nama bahasa pemrograman tersebut dengan nama Java.
Produk pertama proyek Green adalah Star 7 (*7), sebuah kendali jarak jauh yang
sangat cerdas. Dikarenakan pasar masih belum tertarik dengan produk konsumer
cerdas maka proyek Green harus menemukan pasar lain dari teknologi yang
diciptakan. Pada saat yang sama, implementasi WWW dan Internet sedang
mengalami perkembangan pesat. Di lain pihak, anggota dari proyek Green juga
menyadari bahwa Java dapat digunakan pada pemrograman internet, sehingga
penerapan selanjutnya mengarah menjadi teknologi yang berperan di web.

Alur Pembuatan Program



Seorang programmer tidak melakukan pembuatan dan pengkodean program secara begitu saja, namun mengikuti perencanaan dan metodologi yang terstruktur yang memisahkan proses suatu aplikasi menjadi beberapa bagian.

Berikut ini langkah – langkah sistematis dasar dalam menyelesaikan permasalahan pemrograman :
1. Mendefinisikan masalah
2. Menganalisa dan membuat rumusan pemecahan masalah
3. Desain Algoritma dan Representasi
4. Pengkodean, Uji Coba dan pembuatan dokumentasi

Untuk memahami langkah dasar dalam pemecahan masalah dalam sebuah komputer mari kita mendefinisikan sebuah permasalahan yang akan diselesaikan langkah demi langkah sebagaimana metodologi pemecahan masalah yang akan dibahas selanjutnya.
Masalah yang akan kita selesaikan akan didefinisikan pada bagian selanjutnya.

Definisi Permasalahan
Seorang programmer umumnya mendapatkan tugas berdasarkan sebuah permasalahan. Sebelum sebuah program dapat terdesain dengan baik untuk menyelesaikan beberapa permasalahan, masalah–masalah yang terjadi harus dapat diketahui dan terdefinisi dengan baik untuk mendapatkan detail persyaratan input dan output.
Sebuah pendefinisan yang jelas adalah sebagian dari penyelesaian masalah.
Pemrograman komputer mempersyaratkan untuk mendefiniskan program terlebih dahulu sebelum membuat suatu penyelesaian masalah.
Mari kita definisikan sebuah contoh permasalahan :
”Buatlah sebuah program yang akan menampilkan berapa kali sebuah nama
tampil pada sebuah daftar”

Analisa Permasalahan
Setelah sebuah permasalahan terdefinisi secara memadai, langkah paling ringkas dan efisien dalam penyelesaian harus dirumuskan.
Umumnya, langkah berikutnya meliputi memecahkan masalah tersebut menjadi
beberapa bagian kecil dan ringkas.

Contoh masalah :
Menampilkan jumlah kemunculan sebuah nama pada daftar Input Terhadap Program :
Daftar Nama, Nama yang akan dicari
Output Dari Program :
Jumlah kemunculan nama yang dicari

Desain Algoritma dan Representasi
Setelah kita mengetahui dengan baik dan jelas mengenai permasalahan yang ingin diselesaikan, langkah selanjutnya yaitu membuat rumusan algoritma untuk
menyelesaikan permasalahan. Dalam pemrograman komputer penyelesaian masalah didefinisikan dalam langkah demi langkah.
Algoritma adalah urutan langkah – langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis. Logis merupakan kunci dari sebuah algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan bernilai benar atau salah. Algoritma dapat diekpresikan dalam bahasa manusia, menggunakan presentasi grafik melalui sebuah FlowChart (diagram alir) ataupun melalui PseudoCode yang menjembatani antara bahasa manusia dengan bahasa pemrograman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi pada bagian sebelumnya, bagaimanakah kita dapat memberikan solusi penyelesaian secara umum dalam sebuah alur yang dapat dengan mudah dimengerti?

Mengekspresikan cara penyelesaian melalui bahasa manusia :
1. Tentukan daftar nama
2. Tentukan nama yang akan dicari, anggaplah ini merupakan sebuah kata kunci
3. Bandingkan kata kunci terhadap setiap nama yang terdapat pada daftar
4. Jika kata kunci tersebut sama dengan nama yang terdapat pada daftar,
tambahkan nilai 1 pada hasil perhitungan
5. Jika seluruh nama telah dibandingkan, tampilkan hasil perhitungan (output)


Sekilas Bahasa Pemrograman



Apa yang Disebut Bahasa Pemrograman?

Bahasa pemrograman adalah teknik komunikasi standar untuk mengekspresikan instruksi kepada komputer. Layaknya bahasa manusia, setiap bahasa memiliki tata tulis dan aturan tertentu.
Bahasa pemrograman memfasilitasi seorang programmer secara tepat menetapkan data apa yang sedang dilakukan oleh komputer selanjutnya, bagaimana data tersebut disimpan dan dikirim, dan apa yang akan dilakukan apabila terjadi kondisi yang variatif.
Bahasa pemrograman dapat diklasifikasikan menjadi tingkat rendah, menengah, dan tingkat tinggi. Pergeseran tingkat dari rendah menuju tinggi menunjukkan kedekatan terhadap ”bahasa manusia”.

Kategori Bahasa Pemrograman

1. Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi
Merupakan bahasa tingkat tinggi yang mempunyai ciri-ciri mudah dimengerti karena kedekatannya terhadap bahasa sehari – hari. Sebuah pernyataan program diterjemahkan kepada sebuah atau beberapa mesin dengan menggunakan compiler.
Sebagai contoh adalah : JAVA, C++, .NET


2. Bahasa Pemrograman Tingkat Rendah
Bahasa pemrograman generasi pertama. Bahasa jenis ini sangat sulit dimengerti
karena instruksinya menggunakan bahasa mesin. Disebut juga dengan bahasa
assembly merupakan bahasa dengan pemetaan satu – persatu terhadap instruksi komputer. Setiap intruksi assembly diterjemahkan dengan menggunakan assembler.


3. Bahasa Pemrograman Tingkat Menengah
Dimana penggunaan instruksi telah mendekati bahasa sehari – hari, walaupun masih cukup sulit untuk dimengerti karena menggunakan singkatan – singkatan seperti STO yang berarti simpan (STORE) dan MOV yang artinya pindah (MOVE). Yang tergolong dalam bahasa ini adalah Fortran.




Copyright 2009 JAVA. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates